Sosialisasi Empat Pilar Diklaim Punya Dampak Luar Biasa

0
95

Wakil Sekretaris Fraksi PAN di MPR, H. Muhammad Syafrudin, termasuk salah satu narasumber yang sibuk dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR dengan metode Outbound yang berlangsung 15 hingga 18 November 2017 di Palembang, Sumatera Selatan.

Keberadaannya di sana sebagai salah seorang narasumber pada kegiatan yang diikuti oleh 100 mahasiswa ini.
Ditemui di tengah mahasiswa-mahasiswi berasal dari 21 kampus yang tengah melakukan kegiatan sosialisasi di Hotel Grand Zuri Palembang, Sabtu sore (16/9/201), anggota Badan Pengkajian asal dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) ini tampak sedang memberikan pengarahan pada para mahasiswa yang sedang melakukan diskusi kelompok, sesi terakhir sebelum mengikuti kegiatan outdoor (outbound).

“Tujuan kita adalah untuk memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara para mahasiswa,” ungkap Syafrudin kepada para wartawan.

Sosialisasi dengan metode outbound sebagai salah metode dari sekian banyak metode yang dilakukan MPR, menurut Syafrudin, sudah sering dilaksanakan. “Tapi, kalau dilihat dari hasil yang kita harapkan tentu ada follow up yang sangat positif,” katanya.

Namun, secara pribadi, Syafrudin berharap, kegiatan ini seharusnya banyak dilaksanakan di provinsi-provinsi yang jauh dari Jakarta. Maksudnya, supaya masalah ini dilihat sebagai suatu tanggung jawab bersama, tidak hanya tanggung jawab orang orang di Jakarta saja. Jadi, bagaimana kita mengisi kehidupan berbangsa dan bernegara ini mencakup seluruh Indonesia,” ujar Syafrudin.

Apalagi setiap kegiatan ini melibatkan hampir semua kampus, tentu mereka (para mahasiswa) akan menceritakan kepada teman-temannya bahwa apa yang kita lihat di televisi, dan apa yang kita dengar dari sejarah adalah sama seperti ini. “Tinggal bagaimana merefleksikan apa yang didapat di sini dengan teman-temannya,” harap politisi Partai Amanat Nasional ini.

Jadi, Syafrudin berharap, pasca mengikuti kegiatan sosialisasi Empat Pilar dengan metode Outbound ini ada suatu perubahan pada generasi muda. Dampaknya, mereka lebih mencintai Indonesia-nya, lebih ber-Pancasila dan lebih memahami bagamana karateristik yang ada di Indonesia, walaupun berbeda-beda. Atau setidaknya menjadi tambahan bekal untuk menjadi pempimpin di masa depan.

Sumber: GoRiau.com

Komentar